Artikel Penduduk 2

NAMA                : DIMAS PRASETYOKO
NPM                   : 12110041
KELAS               : 1 KA 31
MATAKULIAH : ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN              : ASRI WULAN

                                   ARTIKEL PENDUDUK

              PENDUDUK KOTA & KABUPATEN BANDUNG

          Jumlah penduduk Kab. Bandung sampai akhir tahun 2009 sebanyak 2.987.106 jiwa atau meningkat sekitar 84.000 jiwa dari tahun 2008. Hal ini meluruskan klaim sejumlah pejabat di Kab. Bandung yang dalam pidatonya selalu menyebut jumlah penduduk Kab. Bandung 3,2 juta jiwa."Sebagian besar penduduk adalah laki-laki, yakni 1,505 juta, sedangkan perempuan 1,48 juta orang. Secara nasional, jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Namun di Kab. Bandung terjadi sebaliknya," kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kab. Bandung Drs. H. Edi Siswandi, melalui Kasubid Data Mikro Keluarga Rachman, di ruang kerjanya, Selasa (19/1).

         Data tersebut berdasarkan hasil pendataan keluarga yang dilakukan BKBPP Kab. Bandung dari Juli-September 2009 lalu. "Pendataan dilakukan para kader KB di setiap rukun warga (RW) dengan mendatangi rumah-rumah warga layaknya sensus penduduk. Diharapkan data ini mendekati kenyataan di lapangan," ujarnya. Warga miskin BKBPP Kab. Bandung juga mencatat kenaikan jumlah Pra-keluarga Sejahtera (Pra-KS) dan KS-i atau biasa disebut keluarga miskin. "Pra-KS meningkat dari 144.055 kepala keluarga (KK) menjadi 147503 KK. Untuk KS-i naik dari, 234.200 KK jadi 255.377 KK," ucapnya.

         Sementara itu, angka pengangguran di Kab. Bandung tercatat sebanyak 199.206 orang atau hanya menurun 8.226 orang dari kondisi tahun 2008 sebesar 199.798 orang. "Jumlah penduduk yang bekerja 826.905 orang atau naik 31.002 orang dari kondisi tahun lalu sebanyak 795.883 orang," katanya.Data-data Pra-KS dan KS-i dari BKPBB akan dijadikan sebagai rujukan dalam penentuan penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun fasilitas Keluarga Miskin Daerah (Gakinda). "Sedangkan penentuan beras rakyat miskin (raskin) dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai kelanjutan dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS)," ucapnya. (A-71)".


Pada tingkat kota

         Data jumlah penduduk miskin yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak sesuai dengan jumlah penduduk miskin Kota Bandung yang ditemui di lapangan.
Menurut Wali Kota Bandung Dada Rosada, ketidaksesuaian jumlah penduduk miskin data BPS dengan kondisi di masyarakat disebabkan oleh bertambahnya penduduk miskin setelah adanya sensus penduduk yang dilakukan BPS.

        "Bertambahnya kemiskinan juga sangat variatif, misalnya hari ini mencatat ada 200.000 yang menganggur dan hari ini juga ada pengusaha yang memecat karyawannya. Data itu tidak cepat juga kita saling komunikasikan karena memang cepat sekali perubahannya," ujar Dada di Kantor RW 14 Sadangsari, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Sabtu (20/2).

         Untuk memperoleh data akurat penduduk miskin di Kota Bandung, tambah Dada, memang perlu dilihat kembali kriteria masyarakat miskin. Namun, seluruh prosedur pendataan diserahkan sepenuhnya kepada BPS.


        "BPS mendata saja. Hasilnya diserahkan kepada saya selaku wali kota. Setelah itu wali kota yang bertugas menyejahterakan masyarakat," kata Dada.

         Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Bandung Tedy Rusmawan menilai perlu ada penambahan kriteria kemiskinan dalam pendataan penduduk miskin oleh BPS dalam sensus penduduk yang akan dilakukan Mei 2010 ini. Pasalnya, 14 kriteria penduduk miskin yang selama ini digunakan oleh BPS sebagai acuan saat ini dinilai kurang sesuai dengan kondisi masyarakat Kota Bandung.

Facebook Twitter RSS